Minggu, 01 Januari 2012


Kampung Naga Ceritaku
 (Abdul Aziz Muslim - 4423107029)


Sebuah perjalanan yang menyenangkan pada saat ODTW, ketika ingin mengunjungi Kampung Naga dari Jakarta.Entah kenapa saya begitu excited banget untuk melihat sebuah kampung adat sunda asli itu. Ternyata benar ketika sudah sampai disana,banyak pengalaman baru,hal yang baru yang bisa saya pelajari disana. Saya banyak belajar dari masyarakat sekitarnya tntang keramahan, adanya makna toleransi disana, saling gotong-royong itulah sosok masyarakat di Kampung Naga. Hal yang menarik menurut saya ketika saya melewati 349 anak tangga berbatu rapi harus dilalui untuk mencapai Kampung sunda tersebut. Kampung Naga yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya atau terletak sebelah kiri jalan utama Garut, Kampung ini dikelilingi bukit yang dipenuhi pohon albasia dan sungai ciwulan. Luas Kampung Naga sekitar 1,5 hektar dan dibagi menjadi hutan, sungai, daerah persawahan, dan daerah perkampungan yang memiliki 111 bangunan, terdiri atas 108 rumah, 1 balai pertemuan, 1masjid, dan 1lumbung(menghadap ke arah timur-barat). Meski masyarakatnya telah mengenal dunia modern sudah ada TV B/W, Radio yang dihidupkan dengan tenaga aki, tapi masyarakat Kampung Naga patuh mempertahankan adat dengan tetap menghormati para leluhur dan menabukan sesuatu yang datang bukan dari ajaran leluhur. Mereka percaya bila hal itu dilanggar akan menimbulkan petaka. Pedoman hidup mereka adalah “cara sabumi, cara sadesa” yang kurang lebih artinya hal yang baik di luar, belum tentu baik bila diterapkan di dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat.


       Seluruh rumah di Kampung Naga tidak memakai listrik, rumahnya menghadap ke arah utara-selatan, jadi pada saat saya tidur, tidak boleh menghadap ke arah barat (kiblat) . Karena katanya nenek moyang mereka meninggal dan dikuburkan sejajar dengan arah barat (kiblat). Dinding rumah mereka terbuat dari anyaman bambu atau bilah-bilah kayu dan dicat dengan kapur putih. Atap rumah terbuat dari dua lapisan,yaitu tepus (alang-alang) di lapis bawah dan ijuk di lapis atasnya. Terdapat juga bak yang dibuat oleh Pemda setempat untuk warga membuang sampah-sampah organik dan Tempat MCK berada di luar rumah yang dibawahnya terdapat kolam ikan sperti ikan mas, gurame, lele. Kolam ikan itu milik bersama masyarakat, untuk makanan sehari-hari mereka.

       Banyak mitos yang dibicarakan tentang Kampung Naga di internet, tentang banyaknya mitos-mitos dan cerita aneh diKampung Naga, namun fakta asli dilapangan tidak sepenuhnya cerita itu benar. Karena saya dan teman-teman sudah menanyakan langsung kepada kepala suku Kampung Naga bahwa itu hanya isu-isu yang tidak benar. Begitu menarik dan sangat terkesan mengunjugi Kampung Naga, saya sendiri merasa betah dan nyaman menginap semalam disana. Pemandangan yang indah itu pada saat pagi hari yang membuat saya semakin betah disana. Pokoknya really really have fun jika kalian mengunjungi kesana. Jangan lupa beli buah tangan jika kesana, saypun membeli miniatur khas rumah Kampung Naga. pokoknya AWESOME KAMPUNG NAGA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar