Rabu, 28 Desember 2011

kampung naga bukan sembarang kampung


aditya pramudito
4423107054

perjalanan kali ini saya akan bercerita sebuah perkampungan yang terletak di tasik malaya. kampung ini bernama kampung naga,Kampung Naga merupakan suatu perkampungan adat dari sekian kampung adat yang ada di jawa barat yang masih tetap melestarikan kebudayaan dan adat nenek moyang. Nenek moyang kampung naga sendiri konon adalah Eyang Singaparna yang makamnya terletak di sebuah hutan disebelah barat kampung naga. Makam tersebut dianggap keramat oleh masyarakat kampung naga dan selalu diziarahi. Penduduk kampung naga semua beragama islam , 
perjalanan kali ini saya akan bercerita sebuah perkampungan yang terletak di tasik malaya. kampung ini bernama kampung naga,Kampung Naga merupakan suatu perkampungan adat dari sekian kampung adat yang ada di jawa barat yang masih tetap melestarikan kebudayaan dan adat nenek moyang. Nenek moyang kampung naga sendiri konon adalah Eyang Singaparna yang makamnya terletak di sebuah hutan disebelah barat kampung naga. Makam tersebut dianggap keramat oleh masyarakat kampung naga dan selalu diziarahi. Penduduk kampung naga semua beragama islam , keunikan kampung ini adalah penduduk kampung ini seperti tidak terpengaruh dengan modernitas dan masih tetap memegang teguh adat istiadat yang secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang.  Di Kampung naga juga terdapat tokoh-tokoh masyarakat yang diantaranya seperti kuncen , punduh yaitu seorang kepala dusun dan lebe pemuka agama yang mengurusi  seperti upacara pemakaman orang meninggal . gaya hidup  dikampung naga ini yaitu kesederhanaan , disamping gaya hidup yang sederhana dan dengan pola yang kebersamaan mereka juga mempunyai struktur bangunan tempat tinggal mereka yang unik . keunikan tersebut tercermin dari bentuk bangunan yang berbeda dari bangunan pada umumnya termasuk letak, arah rumah, hingga bahan-bahan yang membentuk rumah itu semuanya selaras dengan alam dan begitu khas . bangunan-bangunan di kampung naga juga terdapat larangan-laranganya seperti pantang untuk mengecat , pantang untuk menggunakan genteng dan dilarang menggunakan meja . dilihat dari bentuk perkampungannya , penduduk kampung naga sangat erat kekerabatannya.
Hal itu tercermin dari pola rumah yang saling berkelompok dan saling berhadap-hadapan dengan tanah lapang ditengah-tengah sebagai areal bermain anak-anak. Beralih ke sistem kesenian kampung naga, disana terdapat berbagai kesenian tradisional yang tetap dilestarikan keasliannya yang diantaranya seperti kesenian terbangan, angklung, dan beluk .yang unik dari sini yaitu kesenian ini hanya boleh dimainkan oleh kaum laki-laki . kesenian-kesenian ini biasanya akan ditampilkan bilamana warga kampung naga sedang melaksanakan berbagai upacara-upacara adat seperti upacara berziarah ke kubur keramat nenek moyang dan upacara yang berhubungan dengan bulan-bulan suci atau agung dalam islam, misalnya bulan muharram, maulud, hari raya idul fitri dan sebagainya. Karena kampung naga mempunyai keunikan sendiri maka banyak wisatawan yang datang berkunjung, wisatawan yang datang  memberikan dampak positif dan negatif, positifnya yaitu ada bantuan dari luar dan mendapatkan hasil dari penjualan kerajinan. Sedangkan negatifnya yaitu dalam berpakaian wanita warga kampung naga yang seharusnya memakai rok kini memakai celana. Di kampung naga juga terdapat pantangan/larangan seperti nawadul, berjudi, berjinah dan mabuk-mabukan. Masyarakat kampung naga juga sangat ramah, terbukti dengan penyambutan mereka kepada kami dan perlakuan yang ramah kepada kami, memberikan kesan bahwa masyarakat kampung naga tidak menutup diri dengan orang lain.
Benda-benda pusaka
Kampung naga sudah kehilangan jejak tentang sejarahnya ketika diserang oleh DI/TII bangunan dikampung naga dibakar habis hingga benda-benda pusakanya sudah tidak ada sejarahnya namun masyarakat kampung naga yang sekarang menganggap keris sebagai  benda pusaka yang harus di sucikan pada hari-hari tertentu misalnya seperti malam satu suro . selain itu itu dikampung naga jaga ada tempat-tempat yang dianggap keramat seperti tempat tempat lumbung padi yang lama yang sekarang dianggap keramat dan daerah sekitarnya dipageri. selain itu juga terdapat bumi ageng yang dimana ditempat ini tidak boleh sembarang orang yang masuk , yang boleh masuk hanya kuncen dan dengan hari-hari tertentu. Selain itu, juga terdapat makam nenek moyang yang dianggap keramat oleh warga kampung naga. Selain itu, juga terdapat tempat ibadah nenek moyang yang dianggap keramat sebelum dibangunnya masjid, di tempat itu terdapat batu yang dimana batu itu digunakan sebagai tempat sajadah. Selain itu, disana juga terdapat hutan larangan, yang dimana hutan ini dilarang untuk di masuki dan sampai saat ini pun belum pernah ada orang yang mencoba masuk , bahkan warga kampung naga pun tidak berani mengambil kayu yang sudah tumbang yang ada di hutan itu untuk dijadikan kayu bakar, karena warga kampung naga sangat menjaga alamnya dan tidak mau alamnya rusak.
Pemberdayaan masyarakat setempat
Peran serta masyarakat kampung naga sangat vital karena masyarakat kampung naga sendiri yang harus berperan dalam melestarikan kampung naga itu sendiri, dengan tetap menjaga tradisi yang berlaku sejak zaman atau keturunan diatas mereka atau dengan menjaga kelestarian lingkungan sekitar kampung naga, sebagai contoh adanya hutan larangan yang juga membantu dalam melestarikan kondisi alam yang ada di kampung naga. Dengan adanya hutan larangan itu, maka siapapun dilarang untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang ada dan keasrian lingkungannya tetap terjaga. Masyarakat kampung naga juga terbantu secara ekonomi dengan adanya objek wisata dikampung naga. 
Dengan adanya objek wisata tersebut, masyarakat kampung naga ada yang bekerja sebagai pengrajin kerajinan tradisional yang dikerjakan masyarakat kampung naga itu sendiri, ada juga yang berjualan makanan dengan membangun warung-warung makan, pemanfaatan kolam ikan yang ada di sekitar kampung naga juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kampung naga, maka masyarakat kampung naga bisa memelihara ikan untuk kemudian dijual kepasar dan hasil dari penjualan dapat dijadikaan pemasukan bagi masyarakat kampung naga itu sendiri. Selain itu, masyarakat kampung naga juga bisa menciptakan “special interest” yakni pada saat musim tanam, masyarakat kampung naga bisa membuka kegiatan bagi wisatawan yang ingin merasakan dan belajar cara menanam padi. Pada saat musim panen juga wisatawan dapat ikut serta dalam kegiatan memanen. Dengan kegiatan tersebut maka masyarakat kampung naga akan terbantu secara ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar