Sabtu, 11 Juni 2011

TUGAS KELOMPOK 2

NAMA ANGGOTA :


1. CINDY APRINA MIRASARI (4423107052)


2. DRIEKA KESUMA PUTRI (4423107033)


3. TIO ULI PATRICIA (4423107036)


4 YESSICA (4423107044)






Kelompok kami membahas tentang "SENI KONTEMPORER"



PROFIL NARASUMBER:


Nama : Nova


Jurusan    : Seni Tari


Angkatan : 2005


Institusi   : Universitas Negeri Jakarta


Alamat   : Jl.Cempaka Putih X, Jakarta Pusat


Status : Mahasiswa






Hasil Wawancara dengan Narasumber :


Pertanyaan :

1. Menurut Kak Nova apa pengertian dari "seni kontemporer" ?




Jawaban : Kontemporer artinya bebas dimana gerakan terbata-bata yang bebas tetapi tetap mempunyai teknik gerak


2.Apa sih kak contoh dari tari kontemporer ?


Jawaban : Intinya tari kontemporer itu bebas, gerakannya itu sesuka kita tetapi tetap ada hitungan iramanya. Contohnya dalam gerakan atau olah tubuh dalam tarian tradisional yang sudah mempunyai teknik tetap tetapi dalam kontemporer gerakan tersebut dapat ditambahkan atau tidak pakem, asalkan gerakannya sesuai dengan hitungan irama. Semua tarian traditional dapat dijadikan kontemporer kok, di dalam tarian traditional kan semua gerakannya pakem tapi kalau diubah kontemporer, kita bisa menambahkan tekniknya di setiap gerakan jadi kalau dikontemporerkan, gerakan tarian traditionalnya menjadi tidak pakem.


3. Mulai kapan sih kak tarian kontemporer berkembang? Dan awalnya dari Negara mana kontempoter itu berasal ?


Jawaban: Berkembangnya sih mulai dari abad ke-20, dari asal negaranya sih kita nggak tau pasti tapi yang jelas tarian kontemporer ini awalnya berkembang di Negara Barat.


4..Sejak kapan tarian kontemporer mulai masuk ke Indonesia ?


Jawaban : Untuk di Indonesia sendiri sih, tahun 1960an sudah berkembang tetapi mulai dikenal tahun 70-an pada saat diadakannya pameran Khalayak Seni.


5. Untuk menari tarian kontemporer, muempunyai kostum khusus ata tidak ?


Jawaban : Untuk kostum bebas jadi tergantung dari tema dan konsep yang akan kita pentaskan.


6. Siapa pencetus tarian kontemporer ?


Jawaban : kalau yang mempopulerkan kontemporernya sih, Isadora Duncan sama Mary Wigman


7. Siapa yang membawa Tarian Kontemporer ke Indonesia?


Jawaban : Kalau namanya sih aku kurang tau, tetapi yang membawa tarian komptenporer ini ke Indonesia itu Negara Barat sewaktu mereka membuat pertunjukkan- pertunjukkan di Indonesia, di saat itulah orang Indonesia mulai melihat dan mengenal tarian kontemporer ini sehingga dari situlah orang Indonesia mulai belajar dan mengembangkannya di Indonesia.


8. Siapa nama penari kontemporer yang terkenal di Indonesia?


Jawaban: Untuk di Indonesia yang terkenal Jecko Siompo


9. Apakah Jecko Siompo mempunyai dampak bagi perkembangan tari kontemporer di Indonesia?


Jawaban : Iya, Jecko Siompo membawa karyanya ke dunia internasional. Bahkan ia membuat gerakan tarian baru dan itu menambah perkembangan bagi tarian kontemporer, Jecko Siompo juga sering kok dipercaya untuk menjadi juri di berbagai kontes tari modern.


10. Apa prestasi yang pernah dibuat oleh Jecko Siompo ?


Jawaban : Prestasi dari Jecko Siompo sendiri, ia sering diundang ke berbagai negara Kampnagel, Hamburg, jerman. Nah itu, salah satu tempat produksi dan pertunjukan terbesar yang ada di jerman. Terus Jecko Siompo dipercaya sebagai koreografer Indonesia pertama yang diundang ke tempat tersebut.


11. Apa kakak bisa menyebutkan karya-karya yang telah dibuat Jecko Siompo?


Jawaban : Ya, karyanya banyak yaa.. Mungkin contohnya ada Matahari Itu Terbit di Papua, Unanuk dan Emo, Jecko Siompo juga sering membawakan tarian kontenporer ke dalam opera, hmmm.. contoh opera yang pernah dibawakan yaitu operat Bawang Merah, Bawang Putih.


12. Selain Jecko Siompo apa ada penari kontemporer lainnya yang ikut mengembangkan tarian ini di indonesia?


Jawaban : Ada banyak kok, Cuma yang saya ketahui yaitu Miroto dan Sudarsono


13. Apa perbedaan gendre tari kontemporer antara Miroto dan Soedarsono Esthu Sa’Tjiptorahardjo ?


Jawaban : kalau Miroto, beliau lebih memiliki keinginan ke seni tari kotemporer tradisional karena sejak beliau sudah mendalami tarian kontemporer tradisional. Dan beliauingin menambah ilmunya, dia ikut tergabung dalam komunitas Konservatori Tari Indonesia.


Dia berlatih tari dari tokoh tari kontemporer, Bagong Kussudiardjo. Selepas SMP, putra penggender di pentas wayang kulit, Setio Martono, dengan ibu Marwiyah ini melanjutkan ke SMKI. Lalu ke IKJ dan ISI yang akhirnya memberi gelar sarjana. Miroto juga pernah mencicipi pendidikan di luar negeri, yaitu di Folkswang Dance Academy, Jerman, Wuppertal Dance Theater, Jerman, American Dance Festival North Carolina, Amerika Serikat dan Department of Dance University, di California Los Angeles, Amerika Serikat.


Sejak tahun 1979, ia sudah merasakan atmosfer negeri orang. Eksistensi dan keuletan, membuatnya kerap mendapat undangan dari lembaga kebudayaan asing. Sebagai seniman, suami Yuli Setyo Sari ini tergolong sibuk. Bukan saja karena adanya undangan dari luar negeri, namun kesehariannya memang padat dengan kegiatan.


Soedarsono Esthu Sa’Tjiptorahardjo






14. Menurut kakak bagaimana seni tari kontemporer itu sendiri bisa tetap berkembang di Indonesia ?


Jawaban : Caranya adalah melalui spirit budaya (tradisi) itu sendiri. Seni kontemporer harus terus-menerus berusaha menumbuhkan konvensi, transformasi, rekonsiliasi, dan inovasi, baik secara teknis maupun dalam hal pengembangan wawasan. Dan di atas kedua gabungan itu, ”sang seniman harus tahu apa yang terbaik yang bisa dia berikan kepada masyarakat dan negerinya yang dia kenal betul. Bakat, ilmu, dan wawasan yang telah dimiliki akan tetap menopangnya di dalam menjalankan intelektualitasnya sebagai seniman. Sehingga, seni yang dibuat lewat kesadaran semacam ini akan terasa dekat dengan negeri dan masyarakat dimana seorang seniman berfungsi menjadi teman seperjalanan mereka. Fungsi ekonomi mengikuti dari belakang.”


Jika demikian halnya maka tugas seni kontemporer haruslah mampu membangun kesinambungan, proses membuat kesenian tradisi agar selalu menemukan nilai-nilai barunya; agar ia hadir bukan sebagai barang antik kehidupan modern, tetapi sebagai cermin proses sejarah dan sebagai roh tindak laku kontemporer.”. Di sini jelas sudah apa yang menjadi misi seni kontemporer, tidak lain adalah membantu masyarakat modern menemukan kembali kesadarannya.


Jika proses Menjadi Indonesia diasumsikan sangat ditentukan oleh dinamika sektor modern, dan jika sektor modern merupakan arena hegemoni yang selalu terbuka sepanjang zaman, maka hegemoni dapat menjadi salah satu strategi pokok mendorong tumbuhnya ”campur sari” Kebudayaan Indonesia. Kekayaan ide dan perspektif di sektor ”natural” yang sebagian besar mungkin telah berantakan atau terkoyak-koyak, mestilah diusung memasuki arus utama wacana di sektor modern.


Hanya soalnya, dalam modernisasi, kesukaran mencapai momen sintesis ini menghasilkan berbagai macam pengalaman negatif, seperti: alienasi, hilangnya makna, impersonalisasi, disorientasi, dan seterusnya.


15. Ada tidak sih kak buku panduan buat kita yang mau mempelajari seni tari kontemporer ?


Jawaban : ada beberapa buku yang saya ketahui salah satunya buku Suka Hardjana: Musik Antara Kritik dan Apresiasi, Penerbit Buku Kompas,, Juli 2004, dan Teguh Karya dalam buku 25 Tahun Teater Populer: 1968-1993 :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar