Jumat, 15 Juni 2012

KEBERADAAN DAN MANFAAT FOLKLORE SEKARANG BAGI PEMANDU WISATA


TIO ULI PATRICIA 4423107036
PART V


Folklore adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan turun temurun tetapi tidak dibukukan; suatu budaya kolektif yang memiliki sejumlah ciri khas yang tidak dimiliki oleh budaya lain (Laelasari & Nurlailah, 2006:100). Sedangkan menurut Kamus Besar Indonesia (2008:418), Folklor adalah adat-istiadat tradisional dan cerita rakyat yang tidak dibukukan. Ilmu yang menyelidiki adat-istiadat tradisional dan cerita rakyat yang tidak dibukukan. Bisa dikata folklor adalah cerita rakyat yang masih dipercayai oleh masyarakat.

Manfaat dari folklore yang diperoleh selain sebagai dokumen juga dapat dijadikan bacaan bagi generasi muda. Di setiap daerah tentunya mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga antara satu daerah dengan daerah lain berbeda. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat menulis sejarah daerah masing-masing. Tentunya untuk mengumpulkan serpihan-serpihan cerita rakyat (folklor) tidak gampang.  Jika kita memiliki tekad dan bekerja keras tentunya mampu untuk mendokumentasikan warisan leluhur. Begitu juga dengan folklor, setiap daerah memiliki cerita rakyat tersendiri. Kita bisa membayangkan kalau seandainya dari ujung Aceh hingga ujung Irian Jaya dapat terdokumentasikan, berapa tebal dan jilidkah kalau dicetak menjadi buku. Keberadaan folklor dijadikan bahan bacaan pelajar sebagai pemahaman akan cinta kearifan lokal.

Sekarang ini generasi muda sudah jarang yang mengetahui sejarah-sejarah daerahnya, bahkan cerita rakyat yang ada di tempat tinggal mereka. Generasi muda Indonesia untuk dapat mendokumentasikan maupun menuangkan dalam wujud tulisan. Penulis dalam hal ini sudah mengumpulkan hampir seratusan folklor yang ada di sekitar daerah Tulungagung. Sejarah merupakan khasanah intelektual yang nantinya menjadi tolok ukur dalam menjalankan kehidupan dimasa depan, untuk mewujudkan kearifan lokal pada masa moderniasai seperti sekarang ini.

Betapa pentingnya folklore yang sekarang ini untuk pengetahuan generasi muda, agar mereka dapat memahami identitas dearahnya. Khususnya untuk Pelajar, bisa dijadikansebagai  subjek untuk menulis folkloer, terutama dalam bidang mata pelajaran IPS (Sejarah). Sehingga anak didik yang ada di sekolah diberi tugas untuk menulis folklor yang terdapat di daerahnya. Maka dari situlah anak didik dilatih untuk mampu mendokumentasikan (menulis) keberadaan cerita rakyat yang ada di daerahnya masing-masing.

            Terdapat segi estetika yang sangat mempengaruhi, kenapa kita harus mengetahui folklore dibalik dari penulisan folklore. Dengan bahasa yang dipakai pelajar, tentunya akan nampak khas dan masih murni tanpa dipengaruhi sudut pandanga politik atau kepentingan lainnya. Pentingnya menulis suatu peristiwa adalah dapat dijadikan medium yang akan datang. Selain itu, peserta didik juga dilatih agar tidak berbudaya meng-copy-paste. Melatih menulis sejak dini akan mengasah antara realita yang dihadapi, otak akan menangkap dan diaplikasikan oleh tangan yang   menulis.

            Semakin sering berlatih, akan semakin terampil lagi kita menulis dan semakin enak tulisan kita untuk dibaca. Sebagai catatan, renungilah bagaimana kita dahulu mempelajari kiat naik sepeda. Makin sering berlatih naik sepeda, makin paham kiat memulainya, akhirnya kitapun piawai dalam mengemudikannya (Wahyu Wibowo, 2008:131). Khususnya didalam penulisan folklore, anak didik juga harus mampu mencari sumber data yang akurat dan autentik, dari situlah dimulainya sifat mendidik kejujuran pada diri anak.
Dengan melakukan penelitian tentang cerita lokal (folklor), kita tidak hanya akan bisa memperkaya perbendaharaan Sejarah Nasional, tapi lebih penting lagi memperdalam pengetahuan kita tentang dinamika sosiokultural dari masyarakat Indonesia yang majemuk ini secara lebih intim. Dengan begini kita makin menyadari pula bahwa ada berbagai corak penghadapan manusia dengan lingkungannya dan dengan sejarahnya (Buku Petunjuk Seminar Sejarah Lokal, 1982:1-2).

Folklore terbagi menjadi tiga, yaitu:

1.    Folklore lisan ialah Merupakan folkor yang bentuknya murni lisan, yaitu diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan secara lisan.

-      Bahasa rakyat., seperti: logat,dialek, kosa kata bahasanya, julukan.
-      Puisi rakyat., seperti: pantun, syair, sajak.
-      Ungkapan tradisional. Seperti, peribahasa, pepatah.
-      Pertanyaan tradisional (teka-teki)
-      Nyanyian rakyat, seperti: lagu-lagu dari berbagai daerah.
-      Cerita prosa rakyat. seperti: mite, legenda, dongeng.

2.    Folklore sebagian lisan adalah  folklore yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan lisan. Folklore ini dikenal juga sebagai fakta sosial.

Yang termasuk dalam folklore sebagian lisan, adalah
-      Kepercayaan rakyat (takhyul)
-      Permainan rakyatTeater rakyat
-      Tari Rakyat
-      Pesta Rakyat
-      Upacara Adat 

3.    Folklore bukan lisan adalah  folklore yang bentuknya bukan lisan tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Biasanya meninggalkan bentuk materiil (artefak).

Yang termasuk dalam folklore bukan lisan ialah:
-      Kerajinan tangan rakyat, Awalnya dibuat hanya sekedar untuk mengisi waktu senggang dan untuk kebutuhan rumah tangga
-      Pakaian/perhiasan tradisional yang khas dari masing-masing daerah
-      Arsitektur rakyat (prasasti, bangunan-banguna suci)
-      Obat-obatan tradisional (kunyit dan jahe sebagai obat masuk angin)
-      Masakan dan minuman tradisional

Manfaat pentingnya peran pemandu wisata lokal untuk menyampaikan interpretasi folklore atau cerita rakyat di daerahnya, yang merupakan daerah tujuan wisata atau objek wisata sebagai bekal informasi tour guide bagi wisatawan dapat mewujudkan sumber pendapatan ekonomi yang lebih tinggi dapat dimengerti wisatawan atau mendukung pengembangan pariwisata dan perekonomian wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengembangan interpretasi folklore objek wisata untuk meningkatkan kualitas sadar wisata kepada wisatawan sekaligus mengembangkan atraksi wisata yang dapat menjadi magnet yang kuat untuk menarik para wisatawan agar mengunjungi objek dan daya tarik wisatanya. untuk meningkatkan kualitas sadar wisata dengan memanfaatkan interpretasi folklor lokal yang menggambarkan daerah yang mereka miliki. Tujuan khusus dari manfaat ini adalah terwujudnya model interpretasi folklor sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sadar wisata masyarakat Tour guide juga memiliki pemahaman yang baik terhadap folklore di daerah mereka.

Sumber :
http://serbasejarah.blogspot.com/2011/12/peran-folklore-mitologi-legenda-dan.html
http://kiaibudaya.blogspot.com/2011/02/folklor-sebagai-simbol-identitas.html
http://lppm.uns.ac.id/tag/sosial/page/2/

1 komentar:

  1. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




    agen tiket murah

    BalasHapus