Kamis, 07 Juni 2012

UTS TEN Sumatera Barat bagian 1

Riyani Asti Arami
4423107019
Eksotisme Sumatera Barat


Provinsi yang berdiri pada tanggal 3 Juli 1958 ini beribukota Padang, saat ini Sumatera Barat di tempati oleh 4.535.300 jiwa. Memiliki 12 kabupaten dan 7 kota yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman,  Kabupaten Kepulauan Mentawai,  Kabupaten Dharmasraya,  Kabupaten Solok Selatan,  Kabupaten Pasaman Barat,  Kota Padang,  Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman. Bahasa yang digunakan dalam keseharian masyarakat ini adalah minangkabau, mandailing, dan mentawai. Rumah Gadang dan Rumah Bagonjong adalah rumah adat provinsi ini. Berdasarkan arah utara ke selatan, Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang berada di wilayah tengah Pulau Sumatera dan terletak di pantai bagian barat. Wilayahnya meliputi dataran utama di sebelah barat Pulau Sumatera serta beberapa pulau yang termasuk dalam Kepulauan Mentawai, antara lain Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.
Provinsi Sumatera Barat memiliki perbatasan darat dengan empat provinsi. Di sebelah selatan, Sumatera Barat memiliki garis perbatasan darat yang panjang dengan Jambi dan garis perbatasan darat yang pendek dengan Bengkulu. Di sebelah timur, Sumatera Barat memiliki garis perbatasan darat yang panjang dengan Riau. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Utara. Dan garis pantai yang terdapat di sisi barat berbatasan dengan Samudra Hindia. Secara geografis daerah ini berada pada 0º 54' Lintang Utara dan 3º 30' Lintang Selatan dengan 98º 36' dan 101º 53' Bujur Timur. Posisi ini berada di daerah tropis dan dilalui oleh garis katulistiwa. Luas wilayah Sumatera Barat kurang lebih 42.297.300 km². Dari luas wilayah itu, 85% terdiri dari hutan belantara dan tanah berkemiringan tinggi sehingga sekitar 15% daratannya yang dapat diusahakan sebagai areal pertanian, pemukiman penduduk dalam bentuk kota, nagari, desa, jorong, dan dusun. Karena keterbatasan areal inilah yang mendorong masyarakat Sumatera Barat banyak menggeluti dunia perdagangan dan usaha lainnya.
Potensi ekonomi yang ada di sini cukup banyak, perairan pantai barat serta kawasan Kepulauan Mentawai memiliki banyak kehidupan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kepulauan Mentawai yang terdapat cukup jauh di lepas pantai berjajar searah dengan garis pantai daratan utama dan menjadi penghalang terpaan ombak besar dari Samudra Hindia. Dan inilah yang menyebabkan perairan laut antara Kepulauan Mentawai dan daratan utama provinsi Sumatera Barat merupakan perairan laut yang cukup tenang. Kondisi ini mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perikanan di wilayah ini. Perairan tenang dapat dilayari dengan aman serta banyak kehidupan laut menjadikan perairan di wilayah ini sebagai habitat utama. Nelayan pun dapat menangkap beragam jenis ikan di kawasan ini. Ikan kerapu, udang, rumput laut, kepiting, dan mutiara merupakan beberapa hasil perikanan laut andalan provinsi ini. Daerah pesisir pantai, terutama kawasan Kepulauan Mentawai banyak menghasilkan kelapa, dan di daerah perbukitan serta pegunungan terdapat perkebunan karet, cengkeh, dan lada. Kawasan pegunungan yang ditutupi hutan juga menghasilkan kayu. Namun medan yang berat karena banyaknya lereng perbukitan atau pegunungan yang curam merupakan tantangan utama pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di provinsi Sumatera Barat ini. Karena secara alami Sumatera Barat adalah daerah pegunungan Bukit Barisan yang tanahnya merupakan kawasan vulkanik daratan tinggi, sehingga subur untuk daerah pertanian. Di samping itu provinsi ini memiliki sejumlah danau, lembah, dan dialiri banyak sungai. Keadaan ini merupakan perpaduan yang sangat harmonis. Sumatera Barat yang juga kaya akan sumber air yang melimpah ini telah banyak memberi manfaat bagi pembangunan daerah. Perairan danau Singkarak dan Maninjau telah lama dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Sumber air ini juga memiliki potensi besar untuk diolah dan dikemas menjadi air mineral.
Penduduk terbanyak provinsi Sumatera Barat adalah etnis Minang atau yang lebih dikenal dengan suku Minangkabau. Kata Minangkabu tidak identik dengan istilah Sumatera Barat atau sebaliknya. Akan tetapi bila diamati dalam perkembangan sejarah dan wilayah geografis, Minangkabau tidak hanya meliputi wilayah Sumatera Barat sekarang. Akan tetapi sebagian wilayah provinsi Riau dan provinsi Jambi saat ini atau yang lebih tepatnya daerah yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat yang dulunya termasuk wilayah Minangkabau atau Sumatera Tengah. Sedangkan kepulauan Mentawai yang merupakan bagian administratif provinsi Sumatera Barat, tidak termasuk ke dalam wilayah alam Minangkabau. Populasi penduduk Sumatera Barat didukung oleh beberapa kelompok etnik. Etnik terbesar adalah suku Minangkabau. Suku Minangkabau menyebar di hampir semua wilayah daratan utama. Kelompok lainnya dalam jumlah yang lebih sedikit adalah suku Mandailing yang banyak menghuni wilayah Pasaman, orang Jawa di Pasaman dan Sijunjung, orang Tionghoa di wilayah perkotaan, dan berbagai suku pendatang lainnya. Sementara itu, Kepulauan Mentawai dihuni oleh suku Mentawai.
Suku Minangkabau menempatkan perempuan pada kedudukan yang istimewa. Tidak seperti sebagian besar suku di Indonesia yang menganut sistem kekerabatan patrilineal (garis keturunan ayah), Suku Minangkabau di Sumatera Barat menganut sistem Matrilineal (garis keturunan ibu). Suku Minangkabau di Sumatera Barat merupakan suku dengan budaya Matrilineal terbesar didunia. Dengan demikian, istilah Minangkabau mengandung pengertian kebudayaan di samping makna geografis. Maka ada istilah suku bangsa Minangkabau dan kebudayaan Minangkabau, tetapi tidak ada istilah suku bangsa Sumatera Barat maupun kebudayaan Sumatera Barat. Sehingga orang Minangkabau menyebut dirinya etnis Minangkabau, bukan etnis Sumatera Barat. Adat dan kebudayaan Minangkabau selalu membuka diri terhadap perubahan dan perkembangan ilmu atau teknologi serta perubahan peradaban masyarakat. Hal itu tergambar dari pepatah adat Minangkabau “Sakali aie gadang, sakali tapian baraliah” sekali air besar, sekali tepian berubah. Perubahan yang muncul tidaklah bersifat radikal atau melenyapkan konsep yang sudah ada sejak dulu, namun lebih mengarah terhadap penyempurnaannya.
Di masa kejayaannya, terutama di era sebelum kemerdekaan, Sumatera Barat merupakan daerah yang banyak melahirkan sastrawan, pujangga, dan pemikir yang handal. Sehingga tergores dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang sangat berjasa dalam mengkonsolidasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahkan berperan besar sebagai diplomatik ulung untuk memperjuangan kemerdekaan Indonesia di meja runding dari cengkraman penjajah. Berdasarkan latar belakang di atas maka diharapkan kepada generasi muda untuk tampil sebagai pemikir yang handal untuk kemajuan Sumatera Barat di masa yang akan datang. Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi maka paradigma berpikir yang handal untuk kemajuan perekonomian Sumatera Barat diharapkan melahirkan pemimpin dari kalangan wiraswasta (pengusaha) yang mampu mempublikasikan potensi alam Sumatera Barat dari wilayah laut, kawasan pesisir sampai wilayah daratan kepada calon investor baik domestik maupun mancanegara untuk berinvestasi ke daerah Sumatera Barat. Sehingga dapat menata kembali infrastruktur yang telah berantakan akibat bencana alam gempa. Pemimpin dinamis yang sesuai dengan harapan masyarakat Sumatera Barat tidak cukup didampingi seorang pakar, tetapi pemimpin yang telah teruji dalam mengerakkan perekonomian dan identik dengan pelaku usaha.
Aneka ragam budaya yang menarik dan kekayaan budaya Sumatera Barat meliputi tarian tradisional hingga adat istiadat. Untuk menarik para wisatawan baik domestik atau internasional mau berkunjung ke Sumatera Barat, seharusnya kekayaan seni budaya yang ada ini terus di lestarikan dan harus mendapat perhatian lebih oleh pemerintah setempat khususnya. Keindahan alam dan budaya Minangkabau di propinsi Sumatera Barat sudah terkenal dan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai objek pariwisata. Umumnya tiap kabupaten dan kota di Sumatera Barat mempunyai obyek pariwisata minimal satu kategori yang potensi untuk dijadikan daerah tujuan wisata alam dan budaya. Kategori dari obyek pariwisata ini dapat berupa obyek pemandangan alam dari pantai seperti Teluk Bayur, wilayah pegunungan yang sangat mempesona, danau, ngarai dan lembah atau obyek kebudayaan. Tujuan wisata budaya di Sumatera Barat mempunyai prospek yang tinggi untuk dikembangkan, dimana kekayaan budaya Minangkabau seperti rumah Gadang maupun kebudayaan suku Mentawai termasuk salah satu yang unik di nusantara dan dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Provinsi Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daerah dan tempat wisata antara lain: Danau Singkarak (terbesar di Sumatera Barat), Danau Maninjau, Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lembah Anai, dan Pulau Cubadak.


  • Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Solok dan Tanah Datar ini dijadikan ikon untuk memajukan dunia pariwisata Sumatera Barat. Danau Singkarak setiap tahun dipakai untuk kegiatan olahraga dan pariwisata internasional "Tour de Singkarak" menjadikan Singkarak sebagai salah satu obyek wisata yang memiliki daya tarik tinggi untuk wisatawan.
  • Danau Maninjau adalah tempat wisata alam yang sangat menarik dan lokasinya tak jauh dari Bukittinggi, tentu sangat cocok sebagai sebuah perjalanan wisata yang menyenangkan. Di danau Maninjau ini tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, serta sepeda air sehingga sesaui untuk tempat berlibur bagi keluarga.
  • Jam Gadang merupakan salah satu identitas bagi Sumatera Barat, tempat ini sangat populer untuk wisatawan karena jam gadang adalah lambang dari kota Bukittinggi. Jam Gadang adalah sebuah bangunan menara yang tinggi serta memiliki atap khas Minangkabau. Jam Gadang dibangun pada pemerintahan Belanda pada tahun 1827, lokasi ada di atas sebuah bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau. Jika wisatawan naik ke puncak menara, wisatawan dapat menyaksikan alam yang sangat indah. Jam Gadang di kelilingi oleh Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok.
  • Ngarai Sianok bertempat di Bukittinggi biasanya di sebut Lembah Pendiam, objek wisata yang satu ini merupakan salah satu obyek wisata yang sangat indah. Banyak wisatawan yang berlibur ke Sumatera Barat selalu menyempatkan datang ke sini. Letaknya yang ada di pusat kota Bukittinggi dan mudah di jangkau tentunya akan menarik wisatawan yang akan berlibur ke Sumatera Barat.
  • Air terjun Lembah Anai terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi. Lokasinya yang tepat berada di sisi jalan, membuat air terjun ini mampu menarik perhatian para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Keindahan panorama yang dipancarkan Air Terjun Lembah Anai dengan “citra alam” yang masih asri membuat objek wisata ini menjadi salah satu ikon pariwisata.
  • Pulau Cubadak adalah pulau yang tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini. Pulau ini adalah surga bagi para penyelam karena dasar laut yang mengelilingi pulau ini ditumbuhi terumbu-terumbu karang yang indah dan ikan hias warna-warni. Pulau yang dijuluki Paradiso Village ini adalah pulau yang istimewa karena kesenyapannya.

Sumber :
ensiklopedia geografi indonesia; Muatan lokal, mengenal 33 provinsi di tanah air, pt lentera abadi, jakarta, 2006
http://air.bappenas.go.id/main/doc/pdf/kajian/02c%20Prov.Sumbar%20Kondisi%20Fisik%20Sosial.pdf
http://budaya-sumatera-barat-seni-kebudayaan.html
mellyeyf.blogspot.com/.../wisata-alam-danau-di-sumatera-barat.html



1 komentar: