Selasa, 05 Juni 2012

ALL ABOUT BANDUNG (UTS YESSICA 4423107044)


Keberadaan folkrore Jaman Sekarang dan Pelestariannya:
Folklore merupakan sebuah identitas daerah. Menurut Kamus Istilah Sastra, Folklor adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan turun temurun tetapi tidak dibukukan; suatu budaya kolektif yang memiliki sejumlah ciri khas yang tidak dimiliki oleh budaya lain. Folklor adalah adat-istiadat tradisional dan cerita rakyat yang tidak dibukukan. Ilmu yang menyelidiki adat-istiadat tradisional dan cerita rakyat yang tidak dibukukan. Bisa dikata folklor adalah cerita rakyat yang masih dipercayai oleh masyarakat. Sehingga apa saja yang ada di daerah terutama yang terkait mengenai cerita rakyat, cerita keberadaan asal mula nama desa, dapat menjadi sesuatu yang berarti (folklor). Berbagai macam tradisi, cerita rakyat dan budaya masyarakat, merupakan khasanah folklor yang harus terdokumentasikan. Generasi muda sekarang ini jarang yang mengetahui cerita asal usul nama desa bahkan cerita rakyat yang ada di tempat tinggalnya. Memang sungguh disayangkan kalau pewaris budaya tidak mengetahui asal usul nama desa atau daerahnya. Terutama bagi anak-anak yang sedari lahir tinggal di ibu kota, yang hanya pulang ke daerah saat hari raya. Mereka merasa bukan bagian dari daerah tersebut melainkan anak kota karena mereka lahir dan besar di ibu kota, sehingga mereka tidak peduli dengan asal usul daerah mereka karena dirasa tidak mempunya nilai guna. Tidak jauh berbeda dengan orang daerah sendiri, yang mulai melupakan tradisi dengan alas an kemajuan jaman dan alasan tradisinyalah yang tergerus jaman, padahal itu adalah kesadaran yang dimulai oleh diri kita sendiri untuk mau tahu mengenai legenda, tradisi, adat, budaya, da nasal usul mengenai daerahnya. Cara sederhana untuk melestarikannya, minimal mengetahui atau bias menggunakan bahasa daerahnya, dan peran orang tua yang mau mengenalkan budaya daerahnya terhadap anak-anaknya agar mereka mau melanjutkan tradisi daerahnya, selain itu orang tua mau menceritakan legenda dan asal usul daerah mereka agar tetap terjaganya budaya mereka. Dan peran pemerintah untuk memberikan perlindungan folklor maupun karya tradisional lainnya. Hal ini perlu mendapat perhatian bersama oleh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia untuk meminimalisir terjadinya sengketa klaim kepemilikan terhadap kebudayaan tradisional seperti yang selama ini sering kita dengar bersama. Salah satu faktor penyebab terjadinya sengketa folklor selama ini adalah masih adanya celah-celah aturan yang belum komprehensif dalam mengatur folklor. Oleh karena itu, dalam rangka perlindungan folklor dalam perspektif yuridis, maka kedudukan folklor ini harus mendapat kejelasan dari hukum hak kekayaan intelektual yang mengaturnya, termasuk konsep rezim Hak Cipta di dalamnya.

Peran Folkrore sebagai Bahan informasi Guide Pariwisata
Folklore ini sangat penting bagi dunia pariwisata, di mana di dalamnya terdapat nilai-nilai hiburan dan atraksi. Contohnya saja, seperti alat musik Angklung, khas Jawa barat. Alat musik ini menjadi primadona dan hiburan utama di Sawung Angklung Mang Udjo, banyak wisatawan yang menyukai atraksi ini, bukan hanya wisatawan local, wisatawan luar juga sangat tertarik, bahkan tidak banyak dari mereka yang tinggal sementara di bandung untuk mempelajari Angklung. Informasi ini penting diketahui oleh seorang Guide, saat tamu mereka menanyakan seputar alat music tersebut. Contohnya, seperti asal-usulnya, terdiri dari nada-nada apa saja, bahkan sampai keberadaan angkung di masa sekarang ini, seorang guide harus mampu menjelaskan kepada para tamunya untuk alas an profesionalitas dan sebagai tanggung jawab pekerjaan. Tidak hanya itu, seorang Guide juga harus mengetahui legenda dari beberapa daerah, karena tidak dipungkiri beberapa destinasi wisata di Indonesia khususnya memiliki cerita atau legenda yang dipercaya oleh masyarakat daerah. Contohnya seperti, legenda Sangkuriang yang merupakan awal mulanya terbentuk Gunung Tangkuban Perahu atau Danau Bandung. Destinasi tesebut mempunyai peminat pada setiap tahunnya, dan ini tugas Guide untuk menceritakan legenda tersebut kepada setiap tamunya detiap kali melakukan tour/perjalanan. Hal tersebut dikarenakan tuntutan profesionalitas, di mana setiap tamu harus memiliki wawasan baru/ bertambah setiap kali melakukan perjalanan, dan ini menjadi tanggung jawab seorang guide untuk menjelaskan objek-objek/destinasi tersebut. 

                                                                                                                        YESSICA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar